apakah investasi reksadana harus setor tiap bulan

Apakah Investasi Reksadana Harus Setor Tiap Bulan

Investasi ialah simpan uang dalam instrument/produk investasi dengan keinginan nilai uang kita akan berkembang. Berlainan dengan menabung, investasi berpotensi keuntungan (imbal hasil) dari perkembangan nilai dari modal yang dimasukkan.

Salah satunya produk investasi yang dapat diputuskan untuk warga pemula ialah reksadana. Reksadana ialah kelompok dana warga pemodal (investor) yang diatur oleh manager investasi untuk ditempatkan ke beragam asset seperti saham, obligasi dan pasar uang.

Investasi reksadana ini sendiri dipandang seperti type investasi yang simpel dan pas buat mereka yang mempunyai kemauan untuk melakukan investasi periode panjang tapi tidak mempunyai waktu atau pengetahuan lebih buat lakukan investasi langsung di pasar modal.

Beberapa orang yang paling pemula kerap kebingungan atau bertanya, bagaimana taktik investasi terbaik yang dapat memperoleh keuntungan paling maksimal. Jika ingin investasi teratur, apa dapat investasi teratur di reksadana tetapi nominalnya berlainan?

Sudah pasti dapat, karena investasi di reksadana benar-benar fleksibel bergantung dengan tekad dan kekuatan investor. Nach, ada bermacam taktik investasi yang dapat diputuskan oleh investor bergantung kekuatan dan periode waktu atau masa investasi.

Untuk investor pemula, pada umumnya ada tiga tipe taktik yang dipakai dalam investasi reksadana dengan teratur yakni taktik dollar biaya averaging (DCA), constant sharing (CS), dan yang paling akhir ialah nilai averaging. Berikut penjelasannya.

Baca Juga  Apakah Investasi Reksadana Halal

1. Taktik Dollar Biaya Averaging (DCA)

Dalam taktik ini, investor lakukan investasi secara periodik dengan nilai yang masih tetap dalam mata uang (dolar atau rupiah). Investasi ini dapat dilaksanakan satu minggu sekali, satu bulan sekali atau 3 bulan sekali sepanjang masa tertentu.

Misalnya, seorang investor memutuskan untuk lakukan investasi Rp1 juta tiap bulannya, untuk beli reksadana sepanjang tiga tahun lama waktunya. Jumlahnya uang itu dapat dipakai untuk beli reksadana yang sama di dalam jumlah unit pelibatan yang lain tiap bulannya, bergantung dari nilai aktiva bersih (NAB) per unit atau harga reksadana itu di pasar.

Tipe taktik yang ini tidak merujuk atau menyaksikan keadaan pasar yang ada . Maka, investor tetap melakukan investasi lepas apa keadaan pasar sedang naik atau turun. Pemakaian taktik ini pas diaplikasikan untuk mereka yang mempunyai modal investasi yang kecil dan masih pemula.

Ada beberapa keunggulan pada taktik ini, yakni:

• investor berpeluang memperoleh harga rerata dari investasi
• lebih dapat dijangkau untuk investor pemula yang mempunyai dana terbatas
• resiko lebih kecil karena pembelian periodik
• lebih ringkas sebab bisa atur pembelian automatis dalam kurun waktu tertentu, lewat mekanisme autodebet

Search Keyword : reksa dana 100 ribu per bulan,apakah reksadana harus setor tiap bulan,reksa dana 100 ribu,reksadana 100rb,tips reksadana untuk investor miskin,reksadana 100 ribu,cara investasi reksadana 100 ribu,reksadana online 100 ribu,bunga reksadana per bulan,investasi 100 ribu,keuntungan reksadana per bulan,reksadana 200 ribu per bulan,investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah,celengan ayam,keuntungan reksadana bni,cara ikut reksadana bri,investasi 1 juta per bulan,jangka waktu reksadana,pengalaman beli reksadana di ipotfund,cara investasi di reksadana,ilustrasi reksadana,keuntungan investasi reksadana,perhitungan keuntungan reksadana,investasi reksa dana bulanan,bank penjual reksadana terbaik,berapa keuntungan reksadana,pengalaman mencairkan reksadana,nabung saham 100 ribu,tabungan reksadana bri,investasi 500 ribu per bulan,hasil investasi reksa dana,cara menabung reksadana,untung rugi reksadana,tabungan reksadana terbaik,menabung reksadana,tabungan reksadana,cara menabung di reksadana,apa itu tabungan reksadana

Baca Juga  Mengenal Investasi Reksadana dan Jenis Investasi di Dalamnya

2. Taktik Constant Sharing (CS)

Kebalikannya dengan taktik DCA, taktik CS tidak mendasarkan pada jumlahnya uang, tetapi dalam jumlah unit yang dibeli secara periodik dalam periode waktu tertentu.

Sebagai contoh, seorang investor merencanakan beli 100 unit yang serupa tiap bulannya, sepanjang tiga tahun lama waktunya. Jumlahnya uang yang dikeluarkan akan berlainan tiap bulannya bergantung dari harga NAB di pasar.

Kelebihan khusus dari taktik ini ialah sang investor bisa secara mudah hitung jumlah unit yang mereka punyai dalam periode waktu tertentu. Tetapi sudah pasti, ongkos yang dikeluarkan dapat benar-benar bervariatif dan bisa saja lebih besar. Karena harga NAB sebuah unit dapat turun atau naik dengan mencolok dalam periode saat yang cukup singkat.

3. Taktik Nilai Averaging

Taktik ini merujuk pada usaha tambahan nilai investasi yang masih tetap dan periodik. Taktik ini lebih memprioritaskan supaya nilai investasi kita semakin bertambah dengan masih tetap baik dengan memakai nilai nominal atau prosentase.

Baca Juga  Bagaimana Cara Investasi Reksadana

Cara awalan yang akan dilaksanakan investor dengan memutuskan nilai investasi yang perlu dipunyai oleh tiap investor secara periodik.

Misalnya seperti berikut :

• Jika investor memakai nilai nominal dan ingin supaya nilai investasinya semakin bertambah Rp1 juta tiap bulannya, karena itu yang penting dilaksanakan ialah menyerahkan dana awalnya sejumlah Rp1 juta, lalu pada bulan ke-2 ia perlu hitung nilai investasi yang telah ada. Jika nilai investasi telah capai Rp1,1 juta, karena itu mereka tinggal menambahkan investasi Rp900 ribu, dan demikian selanjutnya.

• Jika memakai nilai prosentase dan sang investor ingin supaya investasinya berkembang 10 % tiap bulannya, karena itu yang dapat dilaksanakan investor ialah menyerahkan dana awalnya sejumlah Rp1 juta, lalu pada bulan ke-2 mereka harus dapat tingkatkan nilai investasi jadi Rp1 juta x 10 % jadi Rp1,1 juta. Jika di bulan ke-2 nilai investasinya capai Rp1,05 juta, karena itu ia perlu menambahkan Rp50 ribu untuk dapat penuhi sasaran, dan demikian selanjutnya.

Kelebihan taktik ini ialah investor dapat tentukan nilai hasil investasinya di akhir masa, asal dapat memiliki komitmen untuk menambahkan dana yang makin besar bersamaan dengan perkembangan modalnya.

Dari ke-3 taktik investasi reksadana itu, yang mana pas untuk kamu?