Perhatikan! Kesalahan Dalam Mendidik anak Ini Harus Segera Diubah

Kesalahan dalam mendidik anak harus diperhatikan oleh orang tua dan segera diperbaiki. Bila tidak, bisa saja mempengaruhi kesehatan mental mereka. Terutama risiko depresi yang berujung panjang pada psikologinya di kemudian hari. Hal pertama yang harus menjadi catatan adalah terlalu memanjakan.

Pengaruhnya, mereka akan jadi pribadi manja dan tidak mau berusaha. Cenderung senang melakukan hal instan. Karena, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sifat manja seperti ini sangat berbahaya, bisa menjadi kriminal atau depresi ringan bila ayah dan ibu sudah tiada nanti.

Setiap buah hati memiliki hak untuk bebas melakukan apa yang diinginkan termasuk mencari sendiri segala permasalahannya. Contoh, saat mempunyai masalah dengan tugas mereka. Bila mengalami kesusahan biarkan saja mencoba cari tahu sendiri. Kewajiban orang tua hanya memberikan motivasi dan semangat saja.

Bila kamu terus membantu darimana mereka mampu memecahkan masalahnya sendiri. Inilah kesalahan dalam mendidik anak yang harus segera dihindari. Andai saja, buah hati meminta pertolongan. Jangan langsung diberikan jawaban, bantu dengan memberikan sebuah petunjuk. Tetap berikan kebebasan dia menemukan jawabannya.

Baca Juga  Pengaruh Perceraian Orang Tua Berdampak Buruk Bagi Mental anak

Misalnya, mengerjakan soal matematika, 1 + 1 sama dengan berapa. Usahakan memberikan cara bagaimana menghitungnya. Bisa menggunakan tangan atau alat peraga. Dengan begitu soal berikutnya, mereka akan paham dan tahu solusi apa yang harus dilakukan. Secara tidak langsung otak akan berkembang pesat.

Sering Mengatur dan Menegurnya Berlebihan

Kesalahan dalam mendidik anak selanjutnya adalah sering mengaturnya. Misalnya, buah hati kamu menyukai musik. Tetapi, karena ego akhirnya melarangnya dan mengalihkan ke melukis. Hal seperti ini paling dibenci oleh mereka. Semakin sering diatur, mereka akan memberontak. Bisa jadi juga menjauh dari ayah ibu.

Oleh karena itu, ikuti saja dulu alurnya. Sambil melakukan riset kecil bagaimana masa depan. Bila bagus, tidak ada salahnya didukung. Boleh memasukkan ego tetapi, jangan tinggalkan motivasi serta dukungan tersebut. Contohnya, anak ingin sepak bola. Ayahnya tidak mau mereka bermain bola.

Biarkan saja bermain, bila nanti sudah mengeluh karena sakit atau lelah. Saat itu merupakan waktu tepat mengalihkan perhatiannya. Tetapi, jangan memaksa dan mengaturnya dengan sebuah keharusan. Kesalahan dalam mendidik anak adalah menegurnya secara berlebihan terutama menggunakan kata stop, jangan, hingga tidak.

Baca Juga  4 Cara Agar Anak Tumbuh jadi Pintar dan Berprestasi

Larangan tersebut bersifat mengatur. Itu tidak disukai oleh anak. Usahakan mengubahnya melalui percakapan lain. Seperti, “lebih baik kamu makan buah daripada permen, lebih sehat katanya mau jadi dokter?” Kalimat tersebut mempunyai makna luas, ada kasih sayang didalamnya serta motivasi tinggi.

Coba bandingkan dengan ini, “Jangan makan permen, lebih baik buah saja.” Kata jangan tersebut membuat buah hati akan memberontak dan tidak mau mendengarkan. Hal tersebut seperti memaksa serta mengaturnya. Usahakan memberikan pengertian dibandingkan paksaan. Dengan begini, mereka bisa memahami maksud larangan tersebut.

Hindari Marah dan Membandingkan dengan Orang Lain

Kesalahan dalam mendidik anak adalah marah dan terlalu banyak bicara. Sikap seperti ini tidak mendidik mereka untuk mengakui kesalahan serta memperbaikinya. Tetapi, membuatnya kembali melakukan. Jadi, usahakan untuk langsung pada intinya. Contohnya, saat memecahkan vas bunga yang harganya sangat mahal.

Dalam hati mungkin, rasa kecewa, kesal, ingin marah. Hanya redam emosi itu dan coba berbicara kepada mereka. Kenapa vas bisa jatuh? kemudian, memberikan pengertian bila sikapnya itu salah. Boleh memberikan hukuman hanya saja lakukan peringatan setidaknya dua kali. Ajak mereka untuk aktif juga.

Baca Juga  Proses Melihat Bakat Anak Sejak Dini untuk Masa Depannya

Jadi, saat kesalahan kedua coba ingat kembali apa yang sudah dilakukan. Sampai peringatan ketiga baru beri hukuman. Bila membandel,boleh melakukan sedikit kekerasan. Hanya saja setelah hukuman selesai berika penjelasan lengkap. Mengapa ayah ibu sampai melakukan hal seperti itu. Dengan begini anak akan memahami.

Usahakan juga untuk tidak membandingkannya dengan orang lain. Rasa percaya diri itu akan runtuh. Apa lagi kamu terlalu sering melakukannya. Cobalah mencontohkan keluarga sendiri misal, om, tante, lebih baik lagi ayah atau ibu. Karena contoh terbaik mereka untuk saat ini hanya orang tua saja.

Memberikan pendidikan untuk anak memang tidak mudah. Jangan sembarangan dan menuruti ego semata. Karena, sikap tersebut berdampak besar terhadap mereka dikemudian hari. Kesalahan dalam mendidik anak harus diketahui sejak sekarang agar tidak mengalami beban mental di kemudian hari.