Saham Blue Chips dan Karakteristik yang Harus Dimilikinya

Nilai Kapitalisasi Tinggi

Kapitalisasi dari Big Caps memiliki nilai tinggi dan harus melebihi nilai standar kapitalisasi perusahaan lainnya. Kapitalisasi merupakan harga utuh dari sebuah perusahaan.

Cara menentukan nilai kapitalisasi adalah dengan menghitung total lembar saham di pasaran, kemudian dikalikan dengan harga per lembarnya.

Untuk kategori saham blue chips, harga kapitalisasi ini mencapai 40 triliun rupiah. Harga tersebut sangat fantastis tentunya.

Baca Juga  10 Benda nyeleneh yang dipakai tukang bangunan ini bikin salah fokus

Sebagai pembanding, perusahaan dengan nilai kapitalisasi 10 triliun saja sudah termasuk sangat besar. Dari karakteristik ini sudah dapat ditentukan bahwa big caps memiliki cakupan bisnis sangat luas dengan perputaran uang yang sangat besar.

Selain blue caps atau saham lapis satu, terdapat juga bebeberapa kelompok saham yang lain. Perusahaan dengan nilai kapitalisasi 500 miliar hingga 10 triliun dianggap sebagai pemilih saham lapis dua.

Baca Juga  Strategi Trading Cryptocurrency Bagi yang Ingin Untung

Sedangkan untuk perusahaan dengan nilai kapitalisasi di bawah 500 miliar, mereka adalah pemilik salah lapis tiga.

Perputaran Saham Sangat Aktif

Maksud dari karakteristik ini adalah saham selalu diperdagangkan di pasaran. Pemilik saham akan menjualnya dan investor selalu merebutkannya. Oleh sebab itu, saham blue chips dianggap kategori saham yang paling aktif jika dibandingkan yang lainnya.

Baca Juga  Hindari Kesalahan Trading Cryptocurrency Bagi Investor Baru

Di dalam bursa saham, big caps selalu menempati posisi pertama indeks LQ45. Indeks ini berisi informasi saham liquid yang ramai diperdagangkan di bursa. Tidak hanya dari satu perusahaan blue chips saja, namun hampir semua perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat luas menaruh minat pada investasi saham milik perusahaan dalam kategori blue chips.