Teks Anekdot

Teks anekdot sudah terkenal bagi semua kalangan masyarakat. Terlebih diajarkan pembuatannya saat masih sekolah dasar. Apalagi fungsi utamanya sangat menarik, tidak lain berisi kritikan tapi humoris.

Jika Anda sedang tertarik untuk membuatnya, harus belajar mengenai struktur beserta kaidahnya. Selain itu tidak boleh meninggalkan ciri khas yang harus lengkap. Kalau perlu, disarankan membaca contohnya dulu.

Pengertian dan Ciri Teks Anekdot

Pengertian paragraf anekdot dapat langsung kita artikan sebagai suatu cerita singkat. Tentunya memiliki ketentuan sendiri yaitu harus menarik dan lucu. Seain itu harus mengesankan bagi setiap pembacanya.

Terlebih di dalamnya memang berisi mengenai berbagai kritik maupun sindiran. Misalnya kepada suatu kebijakan pemerintah atau perusahaan yang dianggap membebani. Atau bisa saja merugikan pada pihak tertentu.

Umumnya anekdot juga dibuat untuk layanan publik sampai perilaku dari para petinggi negara. Contohnya dianggap kurang maksimal atau seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Jadi, akan dikritik dengan cerita.

Untuk isinya tidak boleh hanya berisi mengenai cerita negatif. Melainkan akan ditambah kisah humor dengan pesan tertentu. Akan ada amanat atau poin yang mengungkapkan suatu kebenaran.

Tujuan penggunaan humor disini sebenarnya agar tidak terkesan terlalu menyudutkan pihak tertentu. Hanya sebagai kritikan yang sifatnya tersembunyi. Jadi, tokoh sampai setting cerita sedikit diganti.

Baca Juga  Teks Eksplanasi - Pengertian, ciri-ciri dan contoh

Sementara itu untuk ciri teks anekdot paling utama sudah kita ketahui sebelumnya yaitu humoris. Bahkan setiap plot cerita dilengkapi dengan lelucon. Artinya sang pembaca akan merasa terhibur setelah membaca.

Meski sering berisi lelucon atau bualan, tapi tetap dilengkapi tujuan tertentu. Misalnya keinginan adanya perubahan dari pihak yang sedang diceritakan dalam tulisan tersebut. Harus dibuat senyata mungkin.

Jika kita membaca banyak anekdot, mungkin dapat digolongkan mirip dongeng. Tapi untuk zaman sekarang memang dibuat dengan tema modern. Tapi tetap ada cerita yang dibuat dengan tokoh hewan atau barang.

Struktur Paragraf atau Cerita Anekdot

Awalnya para pembuat cerita atau paragraf anekdot memang tidak puas dengan suatu kondisi yang terjadi saat ini. Agar menarik perhatian, maka ditambahkan sisi lucu sebagai hiburan meski tujuannya mengkritik.

Agar semakin maksimal, nantinya dilengkapi dengan struktur tertentu. Struktur tulisan anekdot ini sendiri berbeda dengan tipe teks lainnya. Baik dari segi judul, pembuka, isi sampai kesimpulannya.

Untuk struktur pertama yaitu abstrak, sebagai salah satu unsur penting disini. Guna struktur abstrak sendiri sebagai ringkasan objek yang akan dibahas. Akan dibuat dengan dengan lengkap karena menjadi gambaran isi.

Baca Juga  Teks Eksposisi

Kedua ada orientasi, di mana menjadi peninjau sebelum cerita dibuat. Nantinya Anda dapat menentukan sendiri mengenai arah, tempat dan poin lainnya. Akan menjadi penentu sikap apa yang diambil penulis.

Dalam orientasi, nantinya masih berisi juga mengenai pengenalan para tokoh atau pelakunya. Selain itu untuk peristiwanya akan digambarkan juga. Sifatnya masih awal sehingga dibuat dengan ringan.

Pada teks anekdot, terdapat juta struktur berupa krisis. Sesuai dengan namanya, akan terdapat masalah atau pokok cerita yang akan terkena kritik. Sangat khas karena termasuk plot menceritakan bahaya.

Setelah krisis, selanjutnya akan muncul struktur berupa reaksi. Sesuai dengan namanya, akan menjadi tanggapan utama dari perilaku yang dikritik. Selain itu harus dilengkapi dengan respon atau aksi yang dilakukan.

Terakhir ada struktur koda, tidak lain menjadi penutup dari ceritanya. Maka dari itu akan dilengkapi dengan penegasan cerita. Disinilah kita menemukan pesan moral dari kritikan yang sudah dibuat.

Contoh Cerita Anekdot dan Pesan Tersembunyi

Untuk contoh paragraf anekdot bisa dalam banyak bidang. Tidak heran jika mudah menemukan contohnya pada internet maupun media sosial. Sangat menyenangkan karena bermanfaat tapi selalu menghibur pembaca.

Jika Anda sekarang sedang berencana membuat teks anekdot, harus memilih dulu temanya. Tentu berdasarkan topik yang akan dibahas saat itu. Tidak harus penulis profesional yang membuatnya, anak-anak juga bisa.

Baca Juga  Teks Editorial

Kita bisa membuat contoh dari bidang pendidikan yaitu, “Di sebuah mata pelajaran dalam sekolah, seorang guru sedang menjelaskan pada semua muridnya. Dia menanyakan apa saja ciri murid pintar.

Salah satu murid menjawab, ciri murid pintar adalah senang membaca. Murid yang lain menjawab, ciri siswa pintar harus mendapat nilai tinggi. Tapi murid ketiga menjawab, ciri murid pintar pandai mencontek.

Sang guru tentunya heran dengan jawaban murid ketiganya dan menanyakan kenapa sang siswa menjawab seperti itu. Akhirnya murid ketiga menjelaskan kalau mau membuat kerajinan, pasti harus mencontek yang sudah ada.

Tentu sang guru menganggap jawaban ini menjadi lebih masuk akal. Lalu memberi acungan jempol tentang jawaban murid tersebut. Tapi sang murid melanjutkan dengan memberi perintah mencontek pada teman-temannya.

Dengan pernyataan seperti ini, sang guru tidak punya pilihan selain merasa terkejut. Terlebih mencontek bagi setiap siswa dilarang. Tapi pada kondisi tertentu, sebenarnya tetap diperbolehkan.”

Zaman sekarang mengeluarkan pendapat dalam bentuk apapun memang diperbolehkan. Tapi jangan sampai berlebihan apalagi menyakiti salah satu pihak. Jika sampai Anda upload dan ada pihak tidak terima, harus waspada.

Banyak orang terkena pidana disebabkan kritikan yang sebenarnya berdasarkan fakta sekalipun. Baik secara profesional ataupun menyinggung perusahaan atau badan milik pemerintah. Jadi, teks anekdot tetap harus tetap sopan.