Teks Persuasi

Pernahkah Anda terpengaruh atau terbujuk oleh suatu bacaan teks persuasi atau pengaruh orang lain? Jika pernah, berarti penulis berhasil mempengaruhi Anda melalui rangkaian kata dalam sebuah bacaan.

Tindakan persuasif merupakan salah satu jenis tindakan yang mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain supaya bertindak sesuai harapan penulis. Anda mempelajari materi ini di bangku sekolah.

Apa Itu Teks Persuasi? Bagaimana Strukturnya?

Tulisan persuasif memuat ajakan atau bujukan dari penulis kepada para pembaca. Terdapat berbagai ajakan untuk mendorong seseorang mengikuti harapan, opini, atau ajakan penulis. Bisa juga untuk media promosi.

Fungsi sebuah tulisan persuasif adalah menyampaikan himbauan, ajakan, serta saran supaya pembaca ikut tergerak melakukan sesuatu. Wujudnya variatif, bisa berupa kampanye, surat, hingga sebuah artikel.

Struktur teks persuasi terdiri dari empat bagian berbeda, penulis perlu memahami struktur ini untuk menciptakan sebuah karya berdasarkan kaidah yang telah ditentukan. Tujuannya supaya maksud penulis bisa tersampaikan dengan baik.

  1. Pengenalan Masalah

Pengantar atau penyampaian mengenai isu atau masalah yang akan diangkat dalam teks disampaikan pada bagian awal. Kemudian penulis akan mengembangkan menjadi beberapa paragraf pendukung pengenalan isu.

  1. Rangkaian Argumentasi

Rangkaian argumentasi memuat berbagai pendapat atau pandangan penulis terkait permasalahan yang diangkat sebelumnya. Tidak hanya argumen saja, data dan fakta turut disampaikan sebagai pendukung akurat.

  1. Ajakan

Ajakan atau bujukan kepada pembaca bentuknya bisa dilihat dari kalimat-kalimat dorongan untuk melakukan sesuatu sesuai teks tersebut. Ajakan disampaikan secara tersirat maupun tersurat, langsung atau tidak langsung.

  1. Penegasan Ulang

Mirip seperti tajuk rencana, bagian ini mengungkapkan penegasan kembali berbagai pendapat secara singkat. Biasanya bagian penegasan ulang terdapat di bagian akhir sebuah tulisan, dengan ciri khas demikian, dan lain-lain.

Baca Juga  Teks Nonfiksi

Contoh Teks Persuasi, Perhatikan dengan Cermat

Dalam proses penyusunan artikel persuasif, penulis perlu mengikuti kaidah yang berlaku. Tujuannya supaya pembaca bisa menangkap maksudnya, serta melakukan instruksi di dalamnya. Bila kebingungan, perhatikan contoh teks persuasif singkat ini.

Siaga Bencana Alam Wilayah Ring of Fire

  1. Pengenalan Isu

Wilayah negara Indonesia terletak di kawasan, umumnya dikenal dengan Ring of Fire, atau cincin api. Ring of Fire merupakan jalur pegunungan dunia, aktif di darat dan di laut.

Wajib hukumnya bagi masyarakat Indonesia untuk selalu waspada terhadap segala potensi bencana di masa depan akibat aspek geografis ini. Diperlukan sikap siap siaga untuk melakukan upaya mitigasi ketika terjadi bencana.

  1. Rangkaian Argumentasi

Pertimbangan mitigasi bencana melibatkan pendapat para ahli dari berbagai instansi dan lembaga penelitian di Indonesia. Seperti BMKG, guru besar berbagai universitas, serta pakar geografi terpercaya di bidangnya.

Baca Juga  Teks Eksplanasi - Pengertian, ciri-ciri dan contoh

Beberapa daerah di Indonesia mempunyai sejarah gempa cukup beresiko, maka dari itu dilakukanlah sosialisasi terkait bencana gempa pada masyarakat sekitar. Terutama di kawasan Sumatera dan Jawa.

  1. Pernyataan Ajakan

Sudah sangat wajar bagi masyarakat untuk mengambil langkah kontribusi dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa depan. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah, tinggal bagaimana meningkatkan kesadaran diri dalam menyikapi saja.

Siap tanggap terhadap segala resiko bencana merupakan keharusan bagi semua kalangan, sebagai dampak lokasi geografis negara Indonesia. Masyarakat perlu memiliki kesadaran tinggi terhadap informasi dan sosialisasi.

Sekali lagi, melek informasi mengenai segala jenis bencana alam merupakan langkah terbaik dalam menyiapkan diri sendiri. Selalu merasa sigap, tanggap, serta cermat terhadap segala resiko adalah senjata utama.

Ciri-ciri Teks Persuasi, Apa Saja?

Ciri utama teks persuasif adalah berisi berbagai data atau fakta pendukung, biasanya diperoleh dari jurnal dan penelitian ilmiah. Tujuannya memberikan pengaruh kepada pembaca supaya melakukan sesuatu sesuai harapan penulis.

Baca Juga  Teks Anekdot

Sesuai dengan namanya, sebuah bujukan atau ajakan harus benar-benar dapat meyakinkan pembaca agar tujuan teks persuasi tercapai. Penulis memberikan tanggapan atau keyakinannya mengenai sesuatu, pembaca diharapkan mengikutinya.

Karena sifatnya membujuk, isi bacaan juga berupa kalimat ajakan, serta menggunakan kata kerja imperatif. Contohnya mari, ayo, lakukan, harus, sebaiknya, jadikan, waspadalah, dan lain-lain. Hal ini membantu pembaca lebih tersugesti.

Walaupun sifatnya ajakan, namun bacaan ini bersifat menghindari konflik, supaya kepercayaan pembaca tetap ada. Seperti penegasan sebelumnya, pendapat atau fakta merupakan alat penulis dalam meyakinkan Anda.

Aspek kebahasaan tulisan ajakan biasanya menggunakan istilah teknis yang berkaitan erat dengan topik pembahasan. Selain itu, di dalamnya akan banyak ditemui konjungsi argumentatif, seperti akibatnya, oleh karena itu.

Sesuai namanya, teks persuasi, kalimat di dalamnya banyak memanfaatkan keberadaan kata kerja yang mempengaruhi empati pembacanya. Contohnya memprihatinkan, menduga, mengagumkan, berasumsi, berpendapat, memperkirakan, menyimpulkan, dan sebagainya.

Tidak lupa, terdapat kata rujukan, contohnya berdasarkan, merujuk pada, berdasarkan pendapat, dan lain-lain. Kata-kata tersebut mengarahkan Anda untuk langsung memperhatikan kalimat rujukan yang dimaksud supaya ajakan lebih argumentatif.

Mempelajari aspek kebahasaan, struktur, serta ciri-ciri sebuah karya tulis sangat bermanfaat terutama bagi Anda yang ingin terjun ke dunia penulisan. Contohnya teks persuasi, sangat bermanfaat dalam bidang periklanan atau promosi.