https://www.idntechnews.com

Teks Nonfiksi

Pernahkah Anda mengecek jenis buku terlebih dahulu, apakah termasuk fiksi atau teks nonfiksi sebelum membelinya? Atau hanya mengecek berdasarkan judul dan sinopis saja? Jenis buku adalah faktor penting sebelum membeli.

Antusias masyarakat akan buku tidak setinggi saat smartphone belum merajalela. Namun mengetahui jenis tulisan adalah sesuatu yang sangat penting untuk diketahui. Terutama jika Anda sedang mencari referensi karya ilmiah.

Teks Nonfiksi Adalah Jenis Karya Sastra dalam Bahasa Indonesia

Tulisan bukan fiksi merupakan sebuah karangan berdasarkan fakta, kenyataan, serta peristiwa yang benar-benar terjadi di masyarakat. Baik teks fiksi atau bukan, perbedaan mendasar tidak terletak pada gaya bahasa.

Bentuknya bisa berupa tulisan ilmiah, karangan ilmiah populer, artikel, laporan, ensiklopedia, skripsi, makalah, biografi, dan sebagainya. Perbedaan karya fiksi dengan non fiksi adalah dari tingkat faktual dan keimajinerannya.

Tulisan karangan berusaha menampilkan objektivitas dari sebuah topik, menarik, serta membangkitkan nalar pembaca. Bahasa yang digunakan adalah denotatif atau mempunyai makna sebenarnya, serta tidak bermakna ganda.

Cara mengidentifikasi informasi pada teks nonfiksi yaitu dengan membaca tulisan secara seksama. Pastikan Anda sudah memahami makna dari setiap kalimat di dalamnya. Carilah kalimat utama untuk memudahkan.

Baca Juga  Teks Anekdot

Kemudian tentukan ide pokok atau gagasan utama dari tulisan tersebut. Tandai kalimat yang menurut Anda mengandung kata kunci berkaitan dengan topik. Gunakan metode 5W1H untuk mengambil sebuah kesimpulan.

Beberapa Contoh Teks Nonfiksi Singkat

Sebuah tulisan bukan fiksi yang berkualitas tidak membuat pembaca kebingungan dalam memahami informasi. Tulisan menyediakan berbagai fakta berdasarkan kenyataan, didapat dari jurnal ilmiah atau hasil penelitian.

  1. Penemu Ponsel

Handphone pertama kali ditunjukkan ke khalayak umum oleh Dr. Martin Cooper bersama John F. Mitchell, dari perusahaan Motorola tahun 1973. Kala itu wujudnya berupa sebuah handset, memiliki berat 1 kg.

Pada tahun 1983, DynaTAC 8000x diluncurkan ke publik, pertama kali tersedia di pasaran. Semenjak kemunculan DynaTAC 8000x, handphone mulai diperjualbelikan di seluruh bagian dunia serta mengalami perkembangan.

Dari tahun 1990 hingga 2011, tercatat pengguna handphone di dunia terus meningkat dari 12 juta menjadi 6 milyar orang. Sekitar 87% dari populasi orang dewasa merupakan pengguna ponsel.

Pada pertengahan tahun 2013, 75% pasar ponsel pintar didominasi oleh sistem operasi Android. OS Android pertama kali dikembangkan oleh Google pada tahun 2008, dan sekarang semakin berkembang.

  1. Tragedi Malari

Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari, menjadi kerusuhan pertama tahun 1974, saat rezim Orde Baru sedang berkuasa. Pecahnya peristiwa tersebut terjadi tepat setelah Soeharto dilantik menjadi presiden setelah kerusuhan G30S/PKI.

Baca Juga  Teks Eksplanasi - Pengertian, ciri-ciri dan contoh

Masalah utama yang diusung adalah mengenai penolakan modal dari investor asing. Saat itu perdana menteri Jepang, Kakuei Tanaka akan mendarat di Jakarta dan menetap selama tiga hari.

Ribuan massa termasuk mahasiswa dan pelajar melakukan protes untuk menentang penanaman modal dari Jepang. Terjadi aksi bakar-bakaran di berbagai sudut kota semenjak pukul sepuluh pagi waktu setempat.

Gerakan massa mayoritas didominasi kalangan mahasiswa melakukan longmarch dari Universitas Indonesia menuju Universitas Trisakti. Peristiwa itu terjadi tepat sehari setelah aksi bakar-bakaran, yaitu 15 Januari 1974.

Menjelang sore, mulai terjadi kerusuhan berupa perusakan proyek kompleks pertokoan yang belum lama dibangun. Perusakan tersebut diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, disertai penjarahan.

Ciri Teks Nonfiksi, Wajib Tahu

Tulisan bukan fiksi sangat berbeda jika dibandingkan dengan karya fiksi, dimana penulis tidak membutuhkan akurasi dengan realita. Dengan melihat judulnya saja, Anda bisa langsung membedakan kedua jenis tulisan tersebut.

  1. Bahasa Formal

Ciri awal terlihat dari aspek kebahasaan serta penyampaian kalimat dalam teks. Dari awal hingga akhir, karangan bukan fiksi menggunakan ciri bahasa formal atau kaku, serta tidak memakai bahasa gaul.

Baca Juga  Teks Prosedur

Isi buku atau teks nonfiksi memiliki sifat serius serta kaya akan informasi, meskipun pada beberapa karya dapat dijumpai penggunaan bahasa ringan. Hal tersebut bertujuan supaya informasi lebih mudah dicerna.

  1. Makna Denotatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, denotasi merupakan kata yang bersifat objektif atau sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Sedangkan denotatif mengarah ke sifatnya, apa adanya tanpa menimbulkan prasangka dari pembaca.

Tulisan dalam karya nonfiksi bertujuan untuk menyampaikan beragam informasi secara lengkap, tegas, dan langsung ke inti. Penulis menyampaikan informasi tanpa menambahkan bumbu-bumbu tertentu serta tidak berbelit.

  1. Berdasarkan Fakta

Isi karangan bukan fiksi berdasarkan fakta dan kenyataan sesungguhnya. Fakta tersebut bisa dikumpulkan dari observasi lapangan atau serangkaian penelitian dari para ahli. Pembaca akan memperoleh banyak informasi.

Jenis karangan nonfiksi mempunyai beragam jenis, seperti bahan ajar peserta didik, motivasi, serta buku referensi. Dari beragam jenis itu, masing-masing punya karakteristik berbeda namun esensinya sama.

  1. Bersifat Ilmiah

Segala informasi pada tulisan bukan fiksi disampaikan dengan penulisan ilmiah, sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Meskipun penggunaan bahasanya formal, isinya tidak kaku.

Dalam pembuatannya, tulisan bukan fiksi menggunakan berbagai sumber dengan metode parafrase melalui pemilihan diksi yang tepat dan mudah dipahami. Bahasa penyampaian teks nonfiksi berbeda pada setiap penulis.