Teks Deskripsi

Teks deskripsi sudah diajarkan sangat sering pada pelajaran bahasa Indonesia. Bahkan untuk siswa dari SD, SMP maupun SMA pasti ada. Menjadi materi khusus karena semua orang diwajibkan pandai menulis.

Apalagi sering dibutuhkan tes pada saat sekolah ataupun untuk mencari pekerjaan sata dewasa. Nantinya terdapat jenis, ciri sampai kaidah khusus. Jadi, pasti membedakan dengan tipe teks lainnya.

Pengertian dan Jenis Teks Deskripsi

Pengertian tulisan teks deskripsi mudah dipahami karena mask dalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia. Isinya memaparkan atau menggambarkan suatu objek. Harus dibuat dengan detail atau terperinci sesuai struktur.

Nantinya kita harus mengajak pembaca masuk dalam dunia yang kita tulus. Tidak lain dengan maksud supaya mereka tahu apa yang diinginkan penulis. Mudah digambarkan karena terdiri dari objek konkret.

Umumnya dalam tulisan tersebut memakai sudut pandang penulisnya. Tidak heran sang pembaca harus seperti melihat, merasakan atau mendengar cerita langsung. Walau berdasarkan pendapat bersifat profesional.

Disini kita juga bisa menemukan beberapa jenis teks deskripsi. Pertama yaitu subjektif. Mungkin menjadi jenis yang paling banyak ditemui. Terutama karena selalu menggambarkan suatu objek menurut kesan penulis.

Ada juga jenis spasial, perbedaannya sedikit dengan subjektif. Tapi jenis spasial ini lebih banyak menulis mengenai suatu tempat atau ruang. Selain itu bahasan mengenai benda juga ditulis dalam jenis spasial.

Baca Juga  Teks Eksplanasi - Pengertian, ciri-ciri dan contoh

Jenis ketiga yaitu objektif yang banyak disukai karena berdasarkan data faktual. Dalam artian tidak boleh dilengkapi dengan kesan pribadi. Meski opininya positif sekalipun tidak digabungkan dalam paragraf.

Dalam mendukung jenis teks tersebut, pasti dilengkapi dengan struktur. Pertama yaitu struktur mengenai identifikasi atau pernyataan umum. Isinya tentang deskripsi paling umum mengenai objek yang akan dijelaskan.

Lalu ada juga struktur berupa deskripsi bagian yang menjadi tindak lanjut identifikasi. Isinya lebih rinci dan dilengkapi dengan perasaan agar gambarannya jelas. Baru setelah itu ditambahkan struktur penutup atau kesan.

Ciri-ciri Teks Deskripsi Beserta Kaidahnya

Ciri paragraf teks deskripsi sebenarnya akan dibedakan pada dua golongan berbeda. Ada ciri umum yang paling dasar atau wajib. Ada juga ciri berdasarkan penggunaan bahasa yang sifatnya lebih khusus.

Untuk ciri umum pertama yaitu harus berisi mengenai gambaran objek. Tema atau topik yang akan ditulis harus lengkap karena detail atau rinci menjadi kunci. Apalagi menginginkan pembaca mengerti pembahasannya.

Bukan hanya soal kelengkapan data yang lengkap, tapi harus ada perasaan tersendiri. Di mana menjadi pendorong pembaca memiliki pengalaman dari bacaan. Mungkin akan dijelaskan dari ciri fisik, psikis atau spesifikasi.

Baca Juga  Teks Observasi

Sementara itu untuk ciri berdasarkan penggunaan bahasa akan dilengkapi dengan kata khusus. Selain itu kalimat rinci juga diperlukan di dalamnya. Kata maupun kalimat tersebut juga menjadi gambaran dari objeknya.

Ciri lainnya jika berdasarkan penggunaan bahasa yaitu dilengkapi dengan kata sinonim. Gunanya dalam meningkatkan emosi pembaca. Nantinya kita juga akan menemukan majas sampai kata ganti orang dalam deskripsi.

Selain ciri, disini juga terdapat kaidah teks deskripsi. Tentu sifatnya kurang lebih identik dan sama-sama selalu ditambahkan. Misalnya penambahan kata yang akan dirujukan dalam objek atau kata ganti.

Agar lebih jelas lagi, ditambahkan juga kaidah berupa kata kerja kopula. Kata kerja ini misalnya merupakan, ialah, yaitu, yakni dan lainnya. Kita juga akan menemukan verba material sebagai gambaran gerakan.

Kaidah terakhir yaitu berupa tambahkan penjelasan adjektiva. Sesuai dengan namanya kaidah tersebut akan digunakan dalam menambahkan kata sifat pada kalimat tertentu. Contohnya merah, transparan, kotor, pendek dan sebagainya.

Contoh Paragraf atau Karangan Teks Deskripsi

Untuk contoh paragraf deskripsi sebenarnya terbilang cukup sederhana. Siapapun dapat membuatnya sendiri menyesuaikan struktur yang sudah kita bahas sebelumnya. Tidak boleh juga keluar dari ciri khasnya.

Dalam pembuatan teks deskripsi, harus dibedakan berdasarkan dengan jenisnya. Antara lain spasial, subjektif dan objektif tersebut. Ketiganya akan berbeda sehingga hindari menyamakan semua tipe deskripsi tersebut.

Baca Juga  Teks Eksposisi

Contoh spasial yaitu “Sungai Hal terletak di Seoul, Korea Selatan. Sungai Han dilengkapi dengan banyak daya tarik bagi warga lokal maupun internasional. Tidak heran jika selalu dipenuhi dengan wisatawan.

Banyaknya spot foto menarik disini juga berpengaruh terhadap ekonomi. Belum lagi citra kota semakin sehat karena masih ada wisata alami. Ditambah lagi menjadi tempat berkumpul murah meriah bagi warga sekitar.”

Lalu contoh Subjektif “Wayne menggunakan celana training berwarna hitam. Sangat sesuai dengan atasannya yang berupa jersey klub sepakbola. Kombinasi keduanya memunculkan tampilan sporty pada Wayne.

Contoh terakhir yaitu Objektif, “Pantai Menganti memiliki keindahan dan fasilitas yang lengkap. Tampilan pantai sangat segar karena jauh dari jalan raya. Sudah banyak fasilitas dibuat sehingga selalu nyaman.

Bagi Anda yang suka makan hasil laut, terdapat banyak restoran menyajikan menu nikmat. Bahkan pemda sekitar sudah menatanya sehingga lebih rapi. Dari segi kebersihan dan cita rasa tidak dapat diremehkan.”

Dalam mencari contoh dari paragraf atau tulisan, usahakan memang berdasarkan sumber terpercaya. Terlebih jika ingin isinya lebih bermanfaat setelah dibaca. Apalagi jika isinya berdasarkan pembahasan mengenai gambaran detail.

Dengan mempelajari mengenai pengertian, ciri, kaidah dan sebagainya bagus untuk kita. Terlebih jika ingin ikut serta dalam membanggakan bahasa Indonesia. Teks deskripsi akan lebih mudah dibuat jika terbiasa.