Teks Eksposisi

Teks Eksposisi

Teks eksposisi merupakan salah satu pengetahuan yang diajarkan dalam bahasa Indonesia. Umumnya terdapat dalam cerita atau berita buatan si penulis. Nantinya bisa berisi mengenai fakta, pendapat atau fenomena.

Jika Anda sedang berencana membuatnya, wajib memahami tentang makna beserta struktur lengkapnya. Selain itu terdapat ciri beserta jenis kalimat yang tersedia. Akan berpengaruh terhadap contoh yang dibuat.

 

Mengenal Penjelasan Makna Teks Eksposisi

Makna kalimat eksposisi sebenarnya berasal langsung dari bahasa latin, exposition. Memiliki arti secara harfiah yaitu membuka atau memulai. Tapi jika dalam KBBI, pengertiannya berupa karangan untuk menjelaskan maksud atau tujuan.

Karangan seperti ini mungkin terbilang umum kita temukan karena tersedia pada banyak platform. Terlebih karena berisi mengenai opini mengenai suatu masalah. Dilengkapi juga argumen sampai atribut pembantu kalimat.

Agar makna dalam suatu topik lebih jelas, harus ditambah juga dengan struktur. Memiliki fungsi tersendiri pada suatu paragraf. Pada exposition text, wajib dilengkapi struktur tersebut supaya terbentuk baik.

Struktur pertama yang ada disini adalah tesis. Tentu saja berasal langsung dari si penulis akan akan diletakkan pada awal paragrafnya. Karena dipakai sebagai pembuka, tidak heran jika selalu menarik perhatian.

Pada teks eksposisi, dilengkapi juga dengan struktur argumen. Tapi jangan sampai artinya salah dengan apa yang ada dalam pikiran Anda. Argumen disini sifatnya lebih berupa data serta fakta topik pokok.

Data beserta fakta tersebut harus detail dan lengkap agar menjadi bukti kuat. Tidak boleh sampai kalah dengan argumen pihak lain. Dari data dan fakta, akan diimbuhi juga dengan pengembangan pendapat.

Lalu pada bagian akhirnya harus ditambah dengan penegasan berulang. Mungkin dapat kita artikan juga sebagai kesimpulan utama karangan tersebut. Mungkin bisa berisi mengenai pesan moral atau harapan tertentu.

Selain itu agar lebih kena dalam hati pembaca, harus berisi mengenai topik awal, isi sampai akhirnya. Tapi hanya berupa pernyataan singkat saja sebagai pendukung akhir tulisan.

 

Ciri dan Karakteristik Kalimat Eksposisi

Untuk ciri dari teks satu ini sebenarnya cukup sederhana. Harus berisi mengenai tulisan yang menyangkut pengertian beserta pengetahuan. Selain itu cara menyampaikan isi harus tegas dan menghindari bahasa kurang baik.

Ciri lainnya dari teks eksposisi yaitu semua isinya bersifat informatif. Tidak heran jika kita bisa menemukan data paling akurat serta faktual disini. Dengan data tersebut, muncullah bahasan objektif serta netral.

Meski mungkin Anda sendiri yang menulis karangan tersebut, tapi tidak boleh mendukung salah satu pihak. Dalam artian kita benar-benar menyampaikan pendapat berdasarkan kenyataan, bukan kebencian atau unsur negatif lainnya.

Melihat ciri kalimat eksposisi yang sangat jelas, ada 8 jenis karangan berbeda yang berkembang dengan baik. Pertama ada jenis definisi yang dijelaskan rinci. Ada juga jenis proses, dilengkapi catatan urut.

Selain itu ada eksposisi yang jenisnya ilustrasi dan laporan. Untuk yang ilustrasi umumnya terdapat gambaran singkat mengenai topik dengan sifat identik. Berbeda pada tipe laporan, isinya benar-benar tentang penelitian.

Jenis teks lainnya disini adalah perbandingan dan pertentangan. Sesuai namanya, karangan panjang perbandingan dengan peristiwa, tokoh atau sejarah lain. Sementara itu untuk pertentangan sifatnya kurang lebih sama.

Selanjutnya kita juga dapat menemukan jenis lebih terkenal seperti berita atau analisis. Tipe berita isinya mengenai informasi berdasarkan berita koran atau televisi. Punya kesamaan dengan analisis karena sangat lengkap.

 

Contoh Paragraf Jenis Eksposisi Lengkap

Jika berbicara mengenai contoh paragraf eksposisi, sebenarnya tidak menjadi hal yang rumit. Terlebih karena anak sekolahan saja bisa membuatnya sendiri. Asalkan sebelumnya sudah memiliki data faktual dan terdukung dengan baik.

Untuk contoh teks eksposisi disini, kita bisa mengambil tema kebutuhan listrik di masa depan kota. Sebelumnya harus riset data lengkap dulu. Bisa dari badan pemerintah seperti PLN sampai Kementerian terkait.

“Listrik adalah kebutuhan primer bagi setiap golongan masyarakat. Baik akan digunakan dalam kegiatan sehari-hari maupun bekerja. Banyaknya kebutuhan listrik saat ini dianggap dapat mempengaruhi masa depan.

Daya listrik umumnya ada dalam setiap kegiatan atau aktivitas berulang. Dalam artian dilakukan setiap hari bahkan setiap saat. Apalagi jika setiap hari bekerja di dalam ruangan sehingga butuh banyak daya.

Beberapa kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, kebutuhan listrik bisa 10 kali lebih besar. Apalagi jika dibandingkan daerah kecil. Hal ini umumnya ditemukan pada hari biasa yang digunakan untuk bekerja.

Melihat bagaimana besarnya kebutuhan, suatu daerah seringkali kekurangan daya. Tidak heran jika kemudian mengalami pemadaman listrik. Tentu saja akibatnya sangat negatif karena pekerjaan atau aktivitas terhenti.

Akhirnya tidak mampu produktif membuat produk atau hasil pekerjaan. Kebutuhan listrik masa sekarang dan masa depan dianggap berbeda. Bahkan ada prediksi jumlah penggunaan listrik mungkin 100 kali lebih tinggi.

Kebutuhan ini sendiri lebih didominasi pada urusan pekerjaan suatu perusahaan. Tapi sektor perumahan, fasilitas umum dan sebagainya juga butuh listrik. Makanya pemerintah dan masyarakat mencari cara agar tidak ketergantungan listrik.”

Bila melihat contohnya, tidak heran mengapa teks satu ini dianggap sangat menarik. Terlebih mampu menghasilkan paragraf yang membuat pembaca senang. Jika ingin hasilnya bagus teks eksposisi harus dibuat sesuai kaidah.